Tes IVA dapat sangat membantu untuk mendeteksi dini kanker serviks. Selain harganya terjangkau, pemeriksaan ini juga mudah dan cepat. Namun yang perlu diingat, pemeriksaan ini hanya untuk skrining, bukan untuk diagnosis. Oleh karena itu, jika hasilnya positif, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan.
Hasil tes pap smear Anda tidak normal, Berapa kisaran biaya tes HPV DNA? Kisaran biaya tes HPV DNA mulai dari Rp. 550.000 hingga Rp. 1.400.000. Perbedaan biaya ini tergantung dari kebijakan klinik, laboratorium, atau rumah sakit tempat Anda memeriksakan diri.
Untuk itu, bagi para Bunda disarankan untuk mulai melakukan skrining pap smear pada usia 21 tahun. Pap smear pertama kali tersedia pada 1950-an. Meskipun kanker payudara saat ini menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di kalangan wanita, kanker serviks juga adalah salah satu penyebab paling umum selama beberapa dekade ini.
Memiliki riwayat tes pap smear yang abnormal sebelumnya. Cara mencegah kanker serviks Adapun langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker serviks dirangkum dari RSUD Sawahlunto dan UPK Kemenkes yakni sebagai berikut. Tidak melakukan hubungan seksual pada usia dini, kurang dari 18 atau 20 tahun;
Hasil tes hanya menunjukkan adanya sel abnormal dalam leher rahim. Biasanya, melakukan ulang tes ini beberapa bulan kemudian adalah langkah penting untuk memastikan adanya kanker. Cara membaca hasil tes pap smear. Ada dua kemungkinan hasil dari tes ini, yakni normal atau tidak. Berikut penjelasan masing-masing hasilnya. Negatif (normal)
Kapan harus Pap smear?. Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists, setiap perempuan dianjurkan Pap smear sejak berusia 21 tahun. Setiap perempuan berusia 21 sampai 29 tahun harus melakukan Pap smear setiap 3 tahun sekali. Lalu, setiap perempuan berusia 30 sampai 65 tahun wajib Pap smear setiap 5 tahun sekali disertai pemeriksaan penunjang lain, yaitu tes HPV.
.
hasil tes pap smear berapa lama